4 Macam Terapi Anak Autisme - KidCare Children Therapy Center
13640
post-template-default,single,single-post,postid-13640,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / 4 Macam Terapi Anak Autisme

4 Macam Terapi Anak Autisme

Walaupun hingga saat ini, belum ada cara untuk menyembuhkan autisme dengan pasti. Namun, gejala dan kondisi autisme pada anak dapat menjadi lebih baik dengan penanganan sedini mungkin, terapi, dan pengobatan autismeyang tepat. Penelitian menunjukkan bahwa penanganan autisme pada anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin, mulai dari sejak lahir hingga usia 36 bulan. Terapi anak autisme yang dilakukan sejak dini bertujuan untuk membantu anak dalam belajar berjalan, berbicara, dan berinteraksi dengan orang lain.

Agar terapi anak autisme dapat efektif, terapi sebaiknya dilakukan dalam kelas kecil agar interaksi antara anak dan terapis dapat lebih mendalam. Peran serta orang tua dan keluarga juga diketahui penting dalam keberhasilan terapi. Saat ini, tersedia berbagai macam terapi anak autisme, mulai dari terapi pendengaran, terapi vitamin, terapi kemampuan berkomunikasi, terapi musik, dan terapi fisik. Secara umum, terapi autisme terbagi menjadi 4 kategori yaitu:

Terapi Perilaku dan Kemampuan Berkomunikasi

Tujuan dari terapi perilaku dan kemampuan berkomunikasi adalah untuk membangun struktur dan memberikan pengarahan kepada anak autis dengan melibatkan pihak keluarganya. Beberapa contoh terapi perilaku dan kemampuan berkomunikasi adalah:

  • Applied Behavior Analysis
    Jenis terapi ini banyak digunakan oleh para ahli, sekolah-sekolah, dan klinik terapi autisme. Terapi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan penderita autisme pada anak dengan cara mendorong perilaku positif dan melarang perilaku negatif. Terapi ini melibatkan pemberian penghargaan untuk perilaku positif, pelatihan kemampuan berbicara, dan peningkatan motivasi anak untuk belajar dan memulai komunikasi dengan orang lain.
  • Developmental, Individual Differences, Relationship-Based Approach (DIR)
    Terapi ini dikenal juga sebagai floortime serta terfokus pada perkembangan emosi dan sosial penderita autisme. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk melatih reaksi anak terhadap cahaya, suara, dan aroma.
  • Treatment and Education of Autistic and related Communication-handicapped Children
    Terapi ini menggunakan gambar visual sebagai media untuk belajar, sebagai contoh: kartu bergambar digunakan untuk menunjukkan cara berpakaian secara bertahap.
  • Occupational Therapy
    Terapi ini bertujuan untuk mengajarkan keahlian-keahlian yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, misalnya: Cara berpakaian, makan, mandi, dan berinteraksi dengan orang lain.
  • Sensory Integration Therapy
    Terapi ini bermanfaat untuk memperkenalkan dan mengajarkan reaksi yang tepat atas informasi sensori seperti cahaya, suara, dan aroma.
  • Speech Therapy
    Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, baik komunikasi verbal secara langsung atau dengan menggunakan bantuan media lain seperti tulisan dan gambar.
  • The Picture Exchange Communication System (PECS)
    Terapi ini mengajarkan penggunaan simbol (biasanya berupa gambar) untuk berkomunikasi.

Terapi Obat
Penggunaan obat bukan bertujuan untuk menyembuhkan autisme ataupun memperbaiki kondisi dan gejala autisme secara langsung. Penggunaan obat untuk pengobatan autisme lebih bermanfaat untuk mengatasi beberapa gejala-gejala sampingan yang biasa dialami oleh anak dengan autisme.

  • Obat untuk mengatasi perilaku hiperaktif, ketidakmampuan untuk terfokus, depresi, dan kejang.
  • Obat untuk mengatasi perilaku agresif, emosional, dan tindakan melukai diri.

Terapi Pengobatan Alternatif
Banyak orangtua yang melakukan terapi pengobatan alternatif untuk menyembuhkan autisme. Walaupun, terapi pengobatan autisme alternatif bukan merupakan terapi yang disarankan oleh dokter atau ahli medis. Terapi ini sifatnya kontroversial, bahkan mungkin berbahaya. Sayangnya, data menunjukkan bahwa sepertiga orang tua yang memiliki anak dengan autisme telah mencoba berbagai pengobatan alternatif ini dan 10% dapat berbahaya. Untuk itu, disarankan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba terapi pengobatan alternatif.

Sumber:

  1. A Parents Guide to Autism Spectrum Disorder. 2011. The National Institute of Mental Health: U.S. Department of Health and Human Services.
  2. Autism Spectrum Disorders: Treatment. 2012. Centers for Disease Control and Prevention.

No Comments

Leave a Comment