5 Cara Terapi Wicara Anak Secara Alami Yang Bisa Ibu Coba Dirumah - KidCare Children Therapy Center
13580
post-template-default,single,single-post,postid-13580,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Terapi Wicara  / 5 Cara Terapi Wicara Anak Secara Alami Yang Bisa Ibu Coba Dirumah

5 Cara Terapi Wicara Anak Secara Alami Yang Bisa Ibu Coba Dirumah

Cara Terapi Wicara Yang Bisa Dilakukan Ibu

Kondisi keterlambatan bicara ini bisa terdeteksi ketika anak hanya bisa mengucapkan beberapa kata atau justru tidak bisa berbicara sama sekali. Membingungkan ya, Ibu. Akan tetapi tidak perlu khawatir.

Ada beberapa cara terapi wicara anak yang bisa diaplikasikan orang tua di rumah. Berikut ini merupakan beberapa cara terapi wicara anak yang dapat Anda lakukan untuk si kecil.

1. Rajinlah mengajak buah hati untuk mengobrol

Adanya komunikasi antara anak dan orang tua sebenarnya mengajarkan anak untuk mempelajari bahasa dan kosa kata. Mengajak buah hati berbicara sebenarnya bukan hanya sedari anak sudah bisa mengoceh, tetapi mulailah sejak masih dalam kandungan. Biasanya, batas wajar anak sudah mulai berbicara adalah usia 2 tahun.

Bukan hanya sekadar mengajaknya berbicara, intensitas untuk mengobrol dengan buah hati meskipun mereka belum memahami kosakata yang kita ucapkan harus ditingkatkan guna merangsang anak dalam mengucapkan sesuatu. Semakin hari, semakin perkaya kosakata yang bisa dipelajari anak.

2. Mencoba bercerita dengan mendongeng

Alternatif  kedua dalam mengatasi keterlambatan bicara pada anak adalah dengan membacakan cerita alias mendongeng. Tak perlu memilih buku cerita yang memiliki narasi cukup panjang. Pilihlah buku yang memberikan gambar yang cukup variatif namun sederhana. Tunjukkan gambar sembari ucapkan nama dari gambar yang ditunjuk. Lakukan hal ini secara berulang untuk menanamkan pemahaman mengenai kosakata tertentu pada anak.

3. Segera koreksi kesalahan pengucapan

Bagi sebagian orang tua, nampaknya kesalahan pengucapan anak dianggap baik-baik saja atau bahkan sebagai sesuatu yang lucu dan menggemaskan. Memang anak mungkin tidak tahu bahwa apa yang diucapkannya mungkin sebuah hal yang salah tetapi juga lucu. Jangan biarkan hal ini berlarut terlalu lama. Segera koreksi pengucapan kosa kata yang salah pada anak sehingga mereka bisa belajar hal yang benar.

4. Mengajari anak untuk bersosialiasi

Selain mengajarkan anak dengan mengajaknya berbicara, mendongeng, dan mengoreksi kesalahan pengucapan, biarkan anak untuk bersosialiasi dengan teman sebaya. Sosialisasi ini akan mewadahi sesi belajar anak terutama pada komunikasi non verbal. Sedikit demi sedikit, ajarkan anak untuk menggunakan kosa kata mereka dalam mengobrol dengan teman sebaya. Kebiasaan ini akan membuat anak lebih mudah untuk menyerap kosa kata baru.

5. Mencoba untuk bernyanyi

Bernyanyi juga bisa menjadi alternatif terapi wicara anak yang sederhana dan murah namun efektif. Hal ini akan membantu mereka dalam membangun dan memperkaya kosa kata yang sudah dimiliki. Pilihlah lagu anak-anak yang sesuai dengan usianya dan bertema edukatif. Pemilihan lagu yang sembarang akan berdampak jangka panjang pada anak karena mereka menganggap apa yang mereka dengarkan memang layak untuk diikuti.

Normalnya anak berusia 1,5 tahun biasanya sudah dapat mengucapkan minimal 5 kata secara konsisten. Misalnya saja memanggil papa dan mapa. Mengucapkan kata ‘nggak’, ‘ini, atau ‘itu’. Kemudian pada saat memasuki usia 2 tahun, biasanya anak sudah bisa merangkai kata dengan sederhana.

Seorang anak akan digolongkan terlambat berbicara apabila usianya sudah mencapai 2 atau 3 tahun, namun tetap belum bisa berbicara dengan lancar atau mengucapkan potongan kata. Anak yang mengalami terlambat berbicara sebenarnya mempunyai sosial-emosional dan perkembangan intelegensi yang normal seperti anak lainnya. Biasanya hal ini disebabkan beberapa faktor seperti mengalami hambatan pendengaran, hambatan perkembangan otak, masalah keturunan, hingga minimnya komunikasi dengan lingkungan sekitar.

Beberapa langkah sederhana ini mungkin bisa diaplikasikan sebagai tindakan pengajaran langsung dari orang tua. Jika tanda-tanda keterlambatan bicara ini masih ditemukan, sekalipun setelah orang tua mengajarkan hal-hal tersebut di atas, segera temui dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi pasti mengenai penyebab keterlambatan bicara dan tindakan yang harus segera diambil.

No Comments

Leave a Comment