Cara Mengatasi Speech Delay Pada Anak Agar Cepat Berbicara - KidCare Children Therapy Center
13840
post-template-default,single,single-post,postid-13840,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / Cara Mengatasi Speech Delay Pada Anak Agar Cepat Berbicara

Cara Mengatasi Speech Delay Pada Anak Agar Cepat Berbicara

Keterlambatan bicara atau speech delay adalah telatnya kemampuan berbicara yang terjadi pada anak-anak. Gangguan ini sering ditemui pada zaman sekarang oleh para orang tua pada anak mereka. Ini terjadi kerena kesibukan orang tua yang padat sehingga mereka melupakan untuk banyak melakukan stimulasi berbicara pada anaknya.

Semakin hari, gangguan speech delay ini tampak semakin berkembang pesat. Bahkan menurut beberapa laporan dari catatan kesehatan masyarakat menunjukan bahwa tingkat terjadinya keterlambatan bicara melonjak sekitar 5-10%. Tidak ada salahnya jika Anda sebagai orang tua untuk memberikan perhatian yang berlebih terhadap perkembangan bicara anak.

Karena dengan semakin dini, Anda dapat mendeteksi speech delay, maka akan semakin memudahkan Anda dalam mengatasi keterlambatan bicara pada anak. Bahkan sangat disarankan kepada Anda untuk memeriksakannya kepada dokter anak jika tidak mampu mendeteksinya sendiri.

Tanda dan Gejala Speech Delay Pada Anak

Untuk mendeteksi speech delay pada anak secara cepat, maka Anda perlu tahu apa saja tanda dan gejala speech delay pada anak. Ciri bicara terlambat pada anak bisa Anda lihat sesuai dengan perkembangan usianya. Simak saja tanda dan gejala speech delay atau keterlambatan bicara pada anak dibawah ini.

Tanda dan Gejala Speech Delay Anak Usia 1 tahun (12 bulan)

  • Menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan ‘good-bye’ atau menunjuk objek tertentu
  • Berlatih menggunakan beberapa konsonan yang berbeda
  • Vokalisasi atau melakukan komunikasi

Tanda dan Gejala Speech Delay Anak Usia 1-2 Tahun

  • Tidak memanggil ‘mama’ dan ‘dada’
  • Tidak menjawab bila dikatakan ‘tidak’, ‘halo’ dan ‘bye’
  • Tidak memiliki satu atau 3 kata pada usia 12 bulan dan 15 kata pada usia 18 bulan
  • Tidak mampu mengidentifikasi bagian tubuh
  • Kesulitan mengulang suara dan gerakan
  • Lebih memilih menunjukkan gerakan daripada berbicara verbal

Tanda dan Gejala Speech Delay Anak Usia 2-5 Tahun

  • Tak mampu menyampaikan kata-kata atau frase secara spontan
  • Tak mampu mengikuti petunjuk dan perintah sederhana
  • Kurang bunyi konsonan di awal atau akhir kata, seperti ‘aya’ (ayah), ‘uka’ (buka)
  • Tidak dipahami bicaranya oleh keluarga terdekat
  • Tak mampu untuk membentuk 2 atau 3 kalimat sederhana

Itulah beberapa gejala speech delay pada anak. Namun, apabila Anda masih merasa ragu terhadap diagnosis Anda sendiri, tidak ada salahnya mencoba untuk memeriksakannya kepada dokter yang lebih ahli.

Penyebab Keterlambatan Bicara Pada Anak (Speech Delay)

Selain penyebab utama speech delay yaitu kurangnya rangsangan berbicara, ada banyak faktor penyebab lainnya. Beberapa diantaranya bahkan perlu Anda waspadai, karena tanpa sadar sering dilakukan oleh orang tua. Simak saja faktor penyebab speech delay dibawah ini untuk jelasanya.

  1. Jarangnya terjadi komunikasi

Modern ini, banyak orang tua yang lebih memercayakan anaknya pada pengasuh atau perawat. Padahal tidak mereka sadari bahwa komunikasi antara orang tua dan anak malah akan mempercepat proses bicara dan membangun percaya diri anak. Ditambah lagi kita tidak tahu bagaimanakah kerja pengasuh anak dibelakang Anda.

  1. Faktor Entertainment/Hiburan

Perkembangan teknologi semakin maju, dulu kita hanya bisa menikmati tv, sekarang sudah ada hiburan lain semacam youtube dan yang lainnya. Tapi pernahkah terpikir di Anda, bahwa hiburan dapat menjadi penyebab speech delay? Anak yang sering menonton televisi akan menjadi pendengar yang pasif tidak bisa menjadi anak aktif. Selain itu juga anak hanya menerima tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk.

  1. Gangguan Perkembangan Otak

Adanya gangguan pada daerah oral-motor di otak mengakibatkan ketidakefisienan  hubungan di daerah otak yang berperan untuk menghasilkan bicara. Sehingga kondisi ini dapat menyebabkan anak kesulitan menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi.

  1. Gangguan Pada Pendengaran

Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga.

kami memutuskan untuk melakukan hal-hal yang dapat mengatasi Speech Delay. Berikut 9 Hal yang bisa dilakukan u speech delay:

  1. Jauhkan Gadget. Say No to Gadget. Gadget-gadget canggih yang memiliki permainan seru adalah salah satu racun mematikan bagi anak dengan Delay Speech. keasikan mereka dengan gadget meniadakan interaksi dengan sesama manusia. meniadakan kesempatan untuk belajar berbicara dan bercakap-cakap. ok, inilah yang tersulit bagi keluarga kami. Karna Taqi sangat suka dengan Gadget dan permainan komputer. Tapi kami akan terus berusaha untuk diet Gadget bagi Taqi.
  2. Tidak menyalakan TV saat tidak ditonton. suaranya yang berisik dapat menyebabkan keterlambatan bicara terus berlangsung.
  3. Mengajarkan bahasa isyarat (hal ini terbukti membantu para speech delay untuk bicara lebih cepat). Play Terapis menyarankan untuk fokus ke kata-kata: lagi, punyaku, tolong, mama, papa, terima kasih.
  4. Membuat Magnet untuk di tempel di Kulkas yang ada makanan atau minuman favoritnya (jus, sereal,..) dan ketika dia ingin sesuatu, dia dapat membawa magnet itu kepada orangtua (pastikan magnetnya cukup besar sehingga dia tidak dapat menelannya). kita bisa membuatnya sendiri menggunakan kertas keras dan menempelkan magnet di belakangnya. di kertas keras ini kita bisa menggambar hal-hal yang dibutuhkan anak seperti: gelas, makanan, tempat tidur, mainan favorit, dll.. kita berusaha untuk MENGHILANGKAN rasa frustasi karena anak dengan Speech Delay biasanya lebih mudah frustasi.
  5. Habiskan waktu selama 40 menit bermain dengannya beberapa kali dalam sehari. Gunakan kata-kata sederhana seperti “Mobilnya cepat!” atau “Bola Merah”. untuk mengetahui kegunaan bermain bagi anak, lain kali akan coba saya buat tulisannya
  6. Bermain dengan flashcard bergambar yang sederhana (atau gunakan aplikasi flashcard untuk bayi atau balita yang gratis). Katakan namanya dan biarkan mereka mengulang. Memberi nama pada sesuatu merupakan hal yang PENTING bagi anak dengan Speech Delay.
  7. Buatlah bola dari kapas dan siapkan sedotan.  Taruhkan bola kapas di atas meja atau di lantai. Sekarang, ambil sedotan dan tiuplah kapas itu untuk membuat bola kapas bergerak. Hal ini dapat membantu mengaktifkan otot mulut yang dibutuhkan untuk berbicara.
  8. Minum dengan sedotan, tapi tidak hanya air putih. Gunakan sedotan untuk meminum minuman dengan berbagai tekstur (air putih, milkshake, susu, jus). Gunakan juga sedotan lucu ( sedotan keriting/sedotan bergelombang). sedotan ini sangat bagus karena membutuhkan pergerakan otot mulut yang lebih banyak dibanding sedotan biasa.
  9. Taruhlah benda-benda yang biasa diinginkan anak (buku favorit, mainan favorit) dan mereka akan meminta bantuan orangtua untuk mendapatkannya. Ajari mereka untuk datang dan meminta bantuan untuk apa yang dia inginkan atau dengan memberikan magnet di kulkas (tips no 1) tunjukkan kepada anak bahasa isyarat “Tolong” ketika mereka meminta bantuan. Orangtua adalah model dari perilaku ini.

No Comments

Leave a Comment