Intervensi / Terapi Untuk Anak Autis, ADD, ADHD, dan Gangguan Atensi - KidCare Children Therapy Center
13938
post-template-default,single,single-post,postid-13938,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / Intervensi / Terapi Untuk Anak Autis, ADD, ADHD, dan Gangguan Atensi

Intervensi / Terapi Untuk Anak Autis, ADD, ADHD, dan Gangguan Atensi

Pada kondisi autisme dan gangguan atensi yang lain merupakan kondisi neurologis maka konsep intervensi / terapi pada kondisi autisme harus berdasarkan neurofisiologisnya. Gangguan neurologis akan mengakibatkan proses stimulus yang masuk tidak bisa diolah dengan baik oleh receptor tubuh (baik eksoreseptor dan proprioseptor), sehingga informasi yang masuk ke otak menjadi kacau yang mengakibatkan out put yang muncul anak dengan autisme melakukan gerakan ataupun aktifitas yang diluar keawajaran anak pada umumnya atau stereotip.

Maka ada beberapa tahapan yang harus dilakukan pada saat melakukan intervensi.

1. Menata reseptor tubuh sebagai alat yang menerima stimulus / rangsangan sensoris sehingga akan memunculkan kemampuan persepsi sensoris yang benar sehingga rangsangan yang masuk akan terolah dengan lebih baik dan tertata. Metode yang diberikan adalah yang semua bersifat penataan somatosensoris dan reflex primitif.
Tanda persepsi sudah muncul adalah anak menunjukkan reaksi atensi dan emosi yang lebih kuat yang dapat dilihat dari ekspresi wajah dan gesture dan kontak mata semakin jelas dan hidup.

2. Setelah persepsi dan emosi anak mulai jelas maka anak diberikan intervensi yang sifatnya learning / belajar dan perilaku, karena anak sudah bisa atensi. Latihanya antara lain:
– Melatih senso – motor – reflex
– Melatih pola gerak atau patterning
– melatih oral motor untuk feeding dan wicara
– melatih fungsional (okupasi)
– melatih berenang / hidroterapi
– melatih naik kuda (hipoterapi)
– dll

No Comments

Leave a Comment