Kenali 10 Tanda Anak Anda Butuh Terapi Wicara - KidCare Children Therapy Center
13597
post-template-default,single,single-post,postid-13597,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Terapi Wicara  / Kenali 10 Tanda Anak Anda Butuh Terapi Wicara

Kenali 10 Tanda Anak Anda Butuh Terapi Wicara

Kemampuan bicara anak mulai dari usia 18 bulan hingga 3 tahun. Memang wajar bila  Anda menemukan beberapa kesalahan pengucapannya. Atau, biasanya pada beberapa anak-anak yang mengalami kesulitan pengucapan huruf-huruf tertentu. Seperti ‘R, L, S,’ dan lainnya. Atau, Anda menemukan ada beberapa kata-kata yang tidak dapat diucapkan tepat.

Gangguan Perkembangan Bicara Anak

Pada suatu penelitian yang dilakukan di Indonesia beberapa waktu lalu gangguan bicara dan bahasa dialami  8% anak usia prasekolah.  Sedangkan 20% dari anak berumur 2 tahun mempunyai gangguan keterlambatan bicara. Umumnya keterlambatan bicara paling sering terjadi pada usia 3-16 tahun.

Sedangkan pada anak usia 5 tahun ditemukan  sebanyak 19% memiliki gangguan bicara dan bahas.  Selain itu juga Gagap terjadi 4-5% pada usia 3-5 tahun dan 1% pada usia remaja.

Menilai Kemampuan Bicara Anak

Jika masalahnya bukan pengucapan melainkan bahwa anak Anda tidak berbicara atau berbicara sangat sedikit, Anda harus bertindak sedikit lebih cepat. Anda harusnya mengevaluasi kemampuan anak Anda utamanya pada usia  20 sampai 24 bulan. Perhatikan tanda-tanda berikut ini:

  • Tidak bereaksi secara normal atau konsisten terhadap suara. (Dia mungkin terlalu peka terhadap suara seperti vacuum cleaner  atau pengering rambut yang tampaknya tidak peduli saat seseorang memanggil namanya).
  • Anak Anda menggunakan satu suku kata atau bunyi tertentu untuk menyebutkan banyak benda atau hal yang ingin dia katakan.
  • Saat Anda sedang membacakan buku cerita, bila Anda memintanya tunjukkan ’kucing’ di halaman buku tersebut, tetapi dia seperti tidak mengerti dan malah membalik ke halaman berikutnya.
  • Bila anak Anda tetap santai dan tidak frustrasi saat Anda tidak tahu apa yang dia inginkan. Dia terlihat terlalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
  • Anak Anda menjawab pertanyaan dengan mengulangi bagian dari pertanyaan Anda. Misalnya bila Anda bertanya ‘Kamu mau minum susu?’ dan dia hanya menjawab ‘susu’ dan reaksinya bukannya mengganguk untuk merespon : ya atau tidak. (Jika ini terjadi kemungkinan anak Anda memiliki tanda awal autisme.
  • Sebagai orang tua juga mesti curiga bila melihat perkembangan anak tidak sama dengan teman-temannya play group Atau, Anda dan beberapa orang di sekitarnya sering tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan.
  • Orang mengira anak Anda lebih muda dari pada mereka karena cara dia berbicara.
  • Anak Anda kerap diejek atau menunjukkan rasa frustrasi menyangkut cara dia bicara.
  • Anak Anda menggunakan kata-kata yang lebih sedikit daripada anak-anak seusianya.
  • Paling mudah terlihat adalah ketika menemui anak Anda gagap.

Terapi Wicara di Rumah

Jika anak usia sekolah menunjukkan tanda-tanda di atas, Anda dapat mencurigai kondisi adanya gangguan bicara pada dirinya. Karena itu deteksi dini dan mengenali keterlambatan bicara pada anak sejak dini sangat penting.

Keterlambatan bicara sering dialami anak dengan berbagai penyebab dan gangguan bicara bisa ringan hingga berat. Deteksi dini keterlambatan bicara pada anak sangat penting dilakukan untuk segera intervensi dan stimulasi  lebih dini.

Namun dalam beberapa kasus gangguan bicara ini belum secara khusus memerlukan terapi bicara. Anda dapat melakukan intervensi dan stimulasi, Anda dapat melakukan latihan gerakan oral motor di rumah. Misalnya, untuk membantu stimulasi sensoris otot di daerah mulut salah satunya dengan pemakaian sikat gigi listrik. Selain itu untuk melatih gerakan otot mulut dapat dilakukan dengan minum memakai sedotan, latihan meniup balon, latihan senam gerakan otot mulut, harmonika dan lainnya.

Kapan Butuh Terapi Wicara ?

Bila setelah usia 2-3 tahun perkembangan bicara masih belum optimal,  maka terapi bicara dan terapi sensori integration dapat segera dilakukan. Terapi bicara dan terapi sensori integration harus segera dan agresif dilakukan pada gangguan keterlambatan bicara non fungsional.

Namun memang ada penyebab lainnya gangguan bicara seperti: kelainan pada organ bicara, gangguan fungsi susunan saraf, dan gangguan mental. Para terapis akan menyarankan orangtua untuk berkonsultasi ahli masing-masing bagian. Untuk itulah, para terapis juga memerlukan bantuan dari para ahli sesuai bidangnya.

Terapi wicara dapat membantu dalam menyembuhkan beberapa kondisi kekurangan atau kesalahan terkait artikulasi atau berbicara. Biasanya terapi wicara berlangsung sekitar 3-4 kali dalam seminggu dengan satu seisi 1-1,5 jam.

Dalam terapi akan bergantung pada beberapa faktor: isi gangguan bicara itu  ringan atau beratnya gangguan, dorongan orang tua, dan membantu anak-anak latihan di rumah. Tak kalah pentingnya adalah kerjasama anak dengan terapis.

Bila anak Anda melakukan terapi rutin, baik di tempat latihan dan di rumah, maka diperkirakan akan memberikan hasil positif bagi perkembangan bicaranya. Dari sisi terapis juga harus mampu membina hubungan baik dengan anak, agar anak kooperatif dan sebisa mungkin melakukan terapi dengan senang hati.

No Comments

Leave a Comment