Kenali Sejak Dini Ciri Autisme pada Balita | KidCare Children Therapy Center
13073
post-template-default,single,single-post,postid-13073,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / Kenali Sejak Dini Ciri Autisme pada Balita

Kenali Sejak Dini Ciri Autisme pada Balita

Kenali Sejak Dini Ciri Autisme pada Balita – Autisme merupakan suatu kondisi gangguan neurobehavioral (syaraf dan perilaku) dengan karakteristik kesulitan komunikasi dan sosialisasi dengan orang lain. Diagnosis dan terapi sejak dini terbukti membantu banyak penderita autisme untuk mencapai potensi maksimal mereka. Kenali sejak dini ciri autisme pada balita…

Faktor Penyebab Autisme
Riwayat keluarga autisme sering kali ditemukan pada penderita autisme, sehingga penyakit ini diduga mempunyai peranan dari faktor keturunan. Penelitian masih terus dilakukan untuk menentukan apakah autisme disebabkan oleh masalah kesehatan lain atau lingkungan. Mungkin Ibu pernah mendengar bahwa autisme disebabkan oleh vaksinasi. (3 Mitos dan Fakta Seputar Vaksinasi) Hal ini diawali oleh penelitian yang dilakukan oleh Andrew Wakefield pada tahun 1998, yang menyatakan adanya hubungan antara vaksin Mumps, Measles, Rubella (MMR) dengan autisme. Namun selama lebih dari satu dekade setelahnya, puluhan penelitian epidemiologis secara konsisten tidak menemukan bukti adanya hubungan tersebut.

Gejala autisme mulai berkembang saat si Kecil berusia di bawah 3 tahun. Vaksin MMR diberikan pertama pada usia 1-2 tahun, sehingga sebagian besar orang tua mengaitkan vaksin ini merupakan penyebab autisme yang dialami si Kecil. Ibu biasanya memperhatikan kalau si Kecil belum mulai bicara atau tidak melakukan kontak dengan lingkungan sekitar seperti anak seusianya. Bisa juga penderita autisme mulai bicara di usia seharusnya, namun kemudian kehilangan kemampuan bicaranya.

Kenali Autisme Sejak Dini
Tingkat keparahan autisme bervariasi dan terkadang gejala awal tidak dikenali. Padahal, diagnosa sedini mungkin akan sangat membantu penanganannya. Beberapa petunjuk awal yang memerlukan evaluasi lebih lanjut adalah:

  1. Belum mulai mengoceh (walaupun belum berupa kata dan tidak dapat dimengerti) pada usia 1 tahun.
  2. Belum melakukan gerakan tangan seperti menunjuk, melambai, atau menggenggam pada usia 1 tahun.
  3. Tidak bisa mengucapkan satu kata (misal: mama, papa) pada usia 16 bulan atau frase 2 kata (misal: mimik susu, bobo dulu) pada usia 2 tahun.
  4. Tidak merespons panggilan nama.
  5. Menghindari kontak mata.
  6. Kecenderungan berlebihan menyusun mainan atau benda dalam garis lurus.
  7. Si Kecil tidak menunjuk bila ingin sesuatu atau tidak menarik tangan orang lain untuk keinginannya.
  8. Kehilangan kemampuan bicara atau interaksi sosial yang sebelumnya dimiliki pada usia berapapun

Sementara gejala yang biasanya muncul di usia lebih lanjut adalah:

  1. Ketidakmampuan berteman dengan anak sebaya.
  2. Tidak mampu memulai atau bertahan dalam percakapan.
  3. Tidak adanya ketertarikan dalam permainan yang melibatkan imaginasi atau kontak dengan orang lain.
  4. Penggunaan bahasa yang berulang atau tidak biasa.
  5. Sering mengulang gerakan tertentu seperti tepuk tangan atau memutar barang.
  6. Tertarik dengan objek tertentu dengan intensitas yang tidak normal (fokus berlebihan).
  7. Menyukai rutinitas atau ritual tertentu yang tidak dapat diganti.
  8. Gejala yang muncul sangat bervariasi, sehingga apabila si Kecil menunjukkan perilaku tersebut sebaiknya dievaluasi oleh tim dari berbagai disiplin ilmu, seperti dokter spesialis anak, ahli saraf dan tumbuh kembang, psikiater/psikolog, fisioterapis atau terapis bicara, konsultan pembelajaran, atau profesional lain yang mempunyai pengetahuan di bidang autisme.

Cara Penanggulangan Autisme
Terapi perilaku (behavioral therapy) yang dilakukan secara intensif, dan dimulai sebelum usia 3 tahun, terbukti mampu memperbaiki kemampuan bahasa dan fungsi sosial si Kecil. Terapi paling berhasil bila dititikberatkan pada pola perilaku dan fungsi bahasa si Kecil. Pendidikan, latihan, serta dukungan Ibu dan Suami selalu diharapkan. Terkadang si Kecil juga perlu mengonsumsi obat, bila disertai dengan gejala psikiatri. Program pembelajaran kemudian dimulai sedini mungkin, sejak usia antara 2-4 tahun.

Apakah autisme dapat membaik seiring pertumbuhan si Kecil? Pada beberapa kasus, gejala membaik dengan terapi dan seiring usia. Kadang-kadang gejala yang muncul juga berubah. Di masa remaja, penderita autisme dapat mengalami depresi atau masalah tingkah laku . Terapi perlu disesuaikan selama periode transisi menjadi dewasa. Dengan bertambahnya usia, penderita autisme cenderung tetap memerlukan bantuan, namun banyak yang dapat hidup mandiri ataupun dalam lingkungan khusus yang mendukung. Si Kecil dengan autisme mempunyai prognosis yang lebih baik bila kemampuan bicaranya baik, mempunyai kepintaran lebih, dan menunjukkan gejala perilaku yang lebih sedikit berbeda dibanding yang lain.

1 Comment

  • Nofierman
    March 15, 2018 at 9:39 am

    apa kalau menyusun mainan dalam garis lurus sudah pasti terindikasi autis?

    terima kasih!

Leave a Comment