Mengenal Lebih Dekat Gangguan Autism Spectrum Disorders - KidCare Children Therapy Center
13681
post-template-default,single,single-post,postid-13681,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / Mengenal Lebih Dekat Gangguan Autism Spectrum Disorders

Mengenal Lebih Dekat Gangguan Autism Spectrum Disorders

Defenisi
Autism spectrum disorder (ASD) merupakan sebutan bagi sekumpulan gangguan perkembangan. ASD yang mencakup berbagai jenis dan macam kelompok gangguan yang dinamakan “spektrum” termasuk didalamnya gangguan komunikasi, interaksi dan keterbatasan minat.

Individu dengan ASD cenderung memiliki karakteristik berikut :

  • Kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain yang menjadi masalah sosial.
  • Perilaku berulang, keterbatasan minat dan aktivitas.
  • Gejala ASD biasanya sudah dapat ditemukan pada usia dua tahun.
  • Gejala yang muncul melibatkan defisit kemampuan individu untuk kehidupan sosial, di sekolah atau di tempat kerja, atau di lingkup sosial lainnya.

Ada beberapa individu yang dengan ASD yang mengalami keterbatasan sedang (mild-impairment) sementara ada juga orang dengan gangguan ASD yang memiliki masalah keterbatasan yang menyeluruh (severely disable). Pengobatan dan pelayanan lanjut yang efektif dapat membantu individu untuk memiliki keterampilan tertentu dalam melakukan aktifitas keseharian dengan teratur dan efektif. Keluarga harus berkomunikasi dengan ahli pediatrik terkait pada observasi dan kemungkinan yang terjadi saat assessment. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sekitar 1 dari 68 anak teridentifikasi dengan berbagai bentuk ASD.

Apa perbedaan Sindrom Asperger dan ASD?
Sebelumnya, Sindrom Asperger dan Gangguan Autistik adalah gangguan yang terpisah. Keduanya terdaftar sebagai subkategori dalam diagnosis “Pervasive Developmental Disorders”. Namun, pemisahan ini telah berubah. Buku keluaran edisi terbaru dari American Psychiatric Association, the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V), tidak menyoroti subkategori dari ganguan yang lebih besar. Dalam buku DSM-V keduanya digabung dan dijelaskan dengan berbagai karakteristik dan gangguan dalam satu kategori. Individu dengan gejala yang sebelumnya terdiagnosa Sindrom Asperger atau Gangguan Autistik sekarang termasuk pada bagian Autism Spectrum Disorders (ASD).

Gejala dan Tanda-tandanya
Orang tua atau dokter menjadi orang pertama yang mungkin dapat mengidentifikasi perilaku ASD pada bayi atau balita. Tidak semua individu dengan ASD akan menunjukkan semua perilaku dari gangguan “spectrum” tapi banyak dari mereka yang menunjukkan beberapa gejala. Ada dua perilaku utama: “perilaku yang terbatas/berulang” dan “komunikasi/interaksi sosial”.

Perilaku yang terbatas/berulang meliputi :

  • Mengulang perilaku tertentu atau memiliki perilaku yang tidak biasa (ritualis).
  • Fokus pada satu minat/aktivitas secara berlebihan, seperti menggerak-gerakan benda sesuka hati.
  • Minat aktivitas yang lama pada benda/materi tertentu, seperti angka-angka, bentuk, dll.

Komunikasi/Interaksi sosial meliputi :

  • Marah jika terjadi perubahan aktivitas atau ditempatkan pada tempat baru atau stimulasi berlebihan.
  • Kontak mata yang sedikit atau tidak konsisten.
  • Kurang mendengarkan atau melihat orang lain, asik dengan dunianya sendiri.
  • Jarang berbagi kesenangan pada benda atau aktivitas dengan menunjuk pada hal tersebut atau menunjukkan sesuatu pada orang lain.
  • Merespon dengan cara yang tidak biasa saat orang lain menunjukkan kemarahan, sedih, atau kesenangan.
  • Lambat dalam merespon panggilan namanya atau bahkan tidak merespon sama sekali, atau upaya verbal lain untuk mendapatkan atensi.
  • Mengalami kesulitan komunikasi dua arah.
  • Sering berbicara panjang lebar tentang topik favorit tanpa menyadari bahwa orang lain tidak tertarik atau tidak memberi orang lain kesempatan untuk menanggapi.
  • Mengulang kata atau kalimat yang mereka dengar.
  • Menggunakan kata-kata yang tampaknya aneh, tidak sesuai, atau memiliki arti yang khusus yang hanya diketahui mereka yang akrab dengan cara individu berkomunikasi.
  • Memiliki ekspresi wajah, gerakan, dan gestur yang tidak sesuai dengan yang dikatakannya.
  • Mengeluarkan suara yang tidak biasa yang mungkin terdengar menyanyikan lagu atau suara datar seperti robot.
  • Memiliki kesulitan memahami cara pandang orang lain atau tidak bisa memahami tindakan orang lain.

Individu dengan ASD mungkin memiliki kesulitan lain, seperti terlalu sensitif pada cahaya, suara bising, baju, atau suhu. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan tidur, gangguan pencernaan, dan mudah tersinggung.

Disamping itu, anak–anak dengan gangguan ASD biasanya memiliki keterampilan dan kelebihan tertentu dalam beberapa aspek dibanding orang normal.

Kemampuan dan kelebihannya meliputi:

  • Memiliki kecerdasan diatas rata-rata – CDC melaporkan 46% anak dengan ASD memiliki kecerdasan diatas rata-rata.
  • Mampu belajar hal-hal secara detail dan mengingat informasi untuk jangka waktu yang lama.
  • Pelajar visual dan auditori yang kuat.
  • Terampil matematika, ilmu pengetahuan, musik, atau seni

Diagnosa ASD
Para dokter mendiagnosa ASD dengan melakukan screening pada perilaku dan perkembangan anak. Anak dengan ASD biasanya sudah dapat terdiagnosa pada usia dua tahun.

Mendiagnosa ASD pada orang dewasa tidaklah mudah. Pada orang dewasa, beberapa gejala ASD dapat tumpang tindih dengan gejala gangguan kesehatan jiwa lainnya, seperti skizofrenia, atau Attention Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD).

Diagnosis pada anak-anak biasanya melalui dua tahap :

Tahap 1 : Skrining Perkembangan Umum
Setiap anak harus mendapatkan check up dari dokter anak atau dokter anak usia dini. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasi kunjungan skrining khusus ASD dilakukan pada usia 18-24 bulan. Skrining awal mungkin diperlukan jika anak dicurigai memiliki ASD atau masalah perkembangan. Dan petugas kesehatan akan melakukan beberapa pengkajian informasi terhadap anak dengan ASD yang meliputi :

  • Menggali informasi saudara kandung, atau anggota keluarga dengan ASD.
  • Menunjukkan beberapa perilaku ASD.
  • Informasi kelahiran : terlahir prematur, atau lebih awal, dan berat badan tidak sesuai atau kurang.

Pengalaman dan perhatian orang tua sangat penting dalam proses screening anak-anak. Kadang-kadang dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan pada orang tua tentang perilau anak dan menggabungkan informasinya dengan observasinya pada anak.
Anak-anak yang menunjukkan masalah perkembangan selama proses screeningakan dirujuk untuk tahap evaluasi selanjutnya.

Tahap 2 : Evaluasi Tambahan
Evaluasi dilaksanakan dengan tim dokter dan profesi kesehatan lainnya dengan ruang lingkup tertentu yang berpengalaman mendiagnosa ASD. Tim ini meliputi :

  • Dokter tumbuh kembang anak, dokter yang telah terlatih dalam tumbuh kembang anak-anak.
  • Psikolog anak dan/atau psikiater anak, dokter yang mengetahui tentang perkembangan otak dan perilaku anak.
  • Patologis wicara-bahasa, profesi kesehatan yang telah terlatih dalam kesulitan berkomunikasi.
  • Okupasi Terapis : profesi kesehatan yang terlatih dalam melakukan tindakan penanganan untuk melakukan sebuah aktifitas secara efektif pada orang dengan gangguan/keterbatasan termasuk kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan.

Hasil evaluasi dapat menetapkan :

  • Level kognitif atau keterampilan berpikir.
  • Kemampuan berbahasa.
  • Keterampilan sesuai usianya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan, berpakaian, dan buang air.

ASD merupakan gangguan kompleks yang kadang-kadang terjadi bersamaan dengan gangguan lainnya atau gangguan belajar, evaluasi secara menyeluruh dapat meliputi :

  • Test darah.
  • Test Pendengaran.

Hasil evaluasi akan menghasilkan rekomendasi/rujukan untuk membantu perencanaan.

Diagnosa pada anak-anak dan remaja
Anak-anak dengan gejala ASD yang diketahui saat mulai sekolah, diketahui dan dievaluasi oleh tim pendidikan khusus di sekolah. Tim sekolah mungkin akan merujuk anak-anak ini pada seorang pelayanan kesehatan profesional.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak tentang kesulitan bersosialisasi anak termasuk dengan gangguan komunikasi. Gangguan komunikasi ini meliputi memahami nada suara, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh. Anak-anak mungkin akan memiliki kesulitan memahami wicara, humor, dan sarkasme. Orang tua juga dapat melihat bahwa anaknya memiliki masalah dalam berteman. Dokter anak dapat merujuk anak untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Diagnosa pada orang dewasa
Orang dewasa yang menyadari tanda dan gejala ASD harus berkonsultasi dengan dokter dan meminta rujukan untuk evaluasi ASD. Orang-orang dewasa dapat dirujuk ke psikolog atau psikiater yang memiliki keahlian dalam menangani gangguan ASD. Seorang ahli akan menanyakan informasi seputar interaksi sosial dan kesulitan komunikasi, gangguan sensorik, perilaku berulang, dan minat yang terbatas. Informasi tentang perkembangan pasien akan membantu mencanangkan diagnosis akurat, sehingga evaluasi ASD mungkin termasuk berkonsultasi dengan orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Faktor Resiko
Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti penyebab dari gangguan ASD, tetapi penelitian menunjukkan bahwa gen dan lingkungan memainkan peran penting yang menyebabkan timbulnya gejala ASD. Faktor risiko Autisme Spectrum Disorders :

  • Gender anak laki-laki memiliki faktor resiko lebih besar didiagnosis dengan ASD dibandingkan anak perempuan.
  • Memiliki saudara/keturunan dengan gangguan ASD.
  • Melahirkan pada usia yang tua (Ibu melahirkan pada usia diatas 35 dan ayah berada pada usia 40 tahun).
  • Genetik : Sekitar 20% dari anak-anak dengan ASD juga memiliki kondisi genetik tertentu. Kondisi tersebut antara lain mencakup Down syndrome, fragile X syndrome, dan tuberous sclerosis.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah anak yang diidentifikasi dengan ASD mengalami peningkatan. Para ahli tidak setuju jika peningkatan jumlah anak dengan gangguan ASD berhubungan dengan telah berubahnya pedoman diagnosa mengenai ASD beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya kasus ASD diharapkan orangtua dan praktisi kesehatan lebih banyak mengetahui tentang gangguan ASD, sehingga orang tua dapat melakukan penanganan sedini mungkin dengan melakukan screening kepada anak-anak mereka, dan diharapkan banyak dokter yang mampu mendiagnosa gangguan ASD secara tepat.

Treatment dan Terapi
Penanganan sedini mungkin terhadap anak dengan gangguan ASD yang dilakukan secara tepat dapat mengurangi kesulitan individu dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari – hari dan mengajarkan bagaimana cara membantu mereka belajar keterampilan baru. Permasalahan dan rentang yang sangat luas dari masalah yang dihadapi orang-orang dengan “Spectrum Disorder” mengindikasikan bahwa tidak ada pengobatan tunggal terbaik untuk ASD. Bekerja sama dengan dokter atau ahli kesehatan adalah bagian penting dari menemukan program pengobatan yang tepat. Ada banyak pilihan pengobatan, pelayanan sosial, program okupasi terapi, dan sumber daya lain yang dapat membantu.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menangani gangguan ASD :

  • Tuliskan semua tugas/aktifitas yang dilakukan secara detail dalam sebuah notebook kecil. Merekam percakapan dan pertemuan dengan penyedia layanan kesehatan dan guru, dimana informasi ini dapat membantu caregiver/client ketika membuat keputusan.
  • Laporan catatan dokter/terapis dan evaluasi di notebook. Informasi ini dapat membantu seorang individu memenuhi syarat tertentu dalam perkembangan program khusus.
  • Hubungi departemen kesehatan, sekolah, atau kelompok advokasi autisme lokal untuk belajar tentang program khusus mereka.
  • Berbicara dengan dokter anak, okupasi terapi, atau penyedia layanan kesehatan yang professional dalam penanganan ASD untuk menemukan seorang ahli autisme lokal yang dapat membantu mengembangkan rencana intervensi dan menemukan sumber daya lokal lainnya.
  • Menemukan kelompok pendukung autisme. Berbagi informasi dan pengalaman dapat membantu individu dengan ASD dan / atau pengasuh mereka belajar tentang melakukan pilihan, membuat keputusan, dan mengurangi stres.

Obat
Seorang dokter dapat menggunakan obat untuk mengobati beberapa kesulitan yang umum dengan ASD. Dengan obat-obatan, orang dengan ASD mungkin memiliki lebih sedikit masalah dengan:

  • Sifat cepat marah.
  • Agresi.
  • Perilaku berulang.
  • Hiperaktif.
  • Masalah perhatian.
  • Kecemasan dan depresi.

No Comments

Leave a Comment