Mengerti Karakteristik dan Tantangan Dari Kelainan Spektrum Autisma atau Autism Spectrum Disorder (ASD) - KidCare Children Therapy Center
13669
post-template-default,single,single-post,postid-13669,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / Mengerti Karakteristik dan Tantangan Dari Kelainan Spektrum Autisma atau Autism Spectrum Disorder (ASD)

Mengerti Karakteristik dan Tantangan Dari Kelainan Spektrum Autisma atau Autism Spectrum Disorder (ASD)

Apa itu Autism Spectrum Disorder?
Para dokter dan psikolog mendefinisikan kelainan spektrum autisma atau Autism Spectrum Disorder (ASD) sebagai keadaan di mana terdapat 3 ketidakmampuan yang berbeda yaitu : ketidakmampuan dalam berinteraksi secara sosial, hambatan berkomunikasi, dan keterlambatan kemampuan bahasa dan kognitif. Perbedaan-perbedaan pada area ini biasanya bisa diketahui sebelum anak berusia 3 tahun. Autisma mempunyai banyak klasifikasi dan kata autisma merupakan suatu istilah umum untuk menjelaskan area yang sangat luas mengenai perilaku dan kemampuan, sehingga mungkin istilah ‘spektrum’ lebih pantas untuk digunakan.

Diagnosa dari ASD meliputi observasi pada tingkat komunikasi, perilaku, dan perkembangan anak. Setelah mendapatkan tanda keterlambatan pada perkembangan kemampuan bahasa, diagnosa resmi biasanya bisa diberikan sekitar usia 2 atau 3 tahun. Pada anak yang lebih besar usianya, bisa juga menunjukkan tanda tidak memberi tanggapan saat dipanggil namanya, ketidakmampuan bermain dengan mainan, tidak ada kontak mata dengan orang lain, pola gerakan yang aneh, tidak tersenyum, kecenderungan untuk membariskan mainan atau benda lain, atau kegagalan untuk mengikuti arah/petunjuk sama sekali.

Anak-anak autis berkembang dengan laju yang berbeda untuk area yang berbeda pada tahap pertumbuhan mereka karena beberapa ketidaknormalan pada otak. Walaupun anak-anak autis mengalami keterlambatan bicara dan bahasa, kemampuan motorik mereka bisa menyamai anak-anak lain seusia mereka. Aktifitas yang kompleks seperti menyusun puzzle atau menyelesaikan soal matematika bisa jadi sangat mudah, sementara tugas lain yang sangat sederhana seperti berteman atau bicara dengan orang lain bisa jadi hal yang sulit. Mereka juga mungkin bisa membaca kalimat yang panjang dan sulit, tapi tidak mampu mengenali suara “d”.

Gejala-gejala kelainan spektrum autisma
Tidak ada dua anak yang menunjukkan gejala-gejala yang sama untuk kelainan ini. Di bawah ini adalah beberapa karakteristik yang paling umum untuk anak autis.

Kemampuan tinggi (savant), kemampuan ini termasuk ke dalam kategori fungsi yang lebih tinggi dari spektrum autis (spektrum sangat luas). Anak yang mempunyai kemampuan tinggi bisa mempunyai bakat spesial di bidang musik dan seni, matematika, atau bahkan kemampuan untuk menghafal informasi yang sangat banyak, tapi tetap masih harus berkutat dalam hal interaksi sosial, perubahan pola yang sudah tetap/rutin, dan komunikasi.

Cacat pada satu atau lebih dari sistem paca indera, anak autis sulit untuk memproses informasi yang diterima indera dengan benar. Situasi yang normal seperti suara mesin mobil, tangis bayi, atau suara pengering rambut bisa jadi tidak tertahankan oleh beberapa individu autistik.

Ketidakmampuan bicara atau ekolali (echolalia), sekitar 40% dari anak autis tidak berbicara sama sekali, sementara yang lain mungkin mengalami situasi ekolali (mengulang-ngulang apa yang dikatakan kepada mereka atau yang mereka dengar di TV/radio lagi dan lagi dan lagi). Suara mereka juga bisa terdengar datar, dan mereka tidak bisa mengontrol keras lembutnya suara saat berbicara.

Perilaku dan kebiasaan yang diulang-ulang, individu dengan kelainan autisma menuntut “kesamaan” dalam kebiasaan mereka. Misalnya, jika seorang anak menyikat giginya sebelum berganti piyama tidur, memintanya untuk menukar urutan kebiasaan ini akan mengganggunya. Tepuk tangan, menggigit, melukai diri sendiri, kebiasaan tidur dan makan yang jelek, kurang perhatian, dan tidak peka terhadap rasa sakit juga merupakan ciri umum pada autisma.

Mengerti tentang istilah diagnostik dari ASD
Akan sangat membantu jika kita bisa mengerti perbedaan-perbedaan di antara kelainan-kelainan spektrum autisma yang lebih umum. Mengetahui kesamaan dan perbedaan mereka akan memberi anda ide tentang kebutuhan yang unik dari tiap-tiap kelompok. Beberapa yang disebut di bawah ini merupakan kelompok-kelompok di dalam kategori ASD walaupun gejala-gejalanya unik : Pervasive Developmental Disorder-Not Otherwise Specified (PDD-NOS), Asperger’s Syndrome, dan Autistic Disorder (biasa disebut autisma).

Pervasive developmental disorder-not otherwise specified (PDD-NOS), biasa dikenal dengan “autis ringan” atau “beberapa karakter autis”. Istilah ini merujuk kepada anak-anak dengan kesulitan yang jelas pada area interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan bermain, namun masih terlalu bersosialisasi untuk bisa disebut benar-benar autis. Beberapa ahli berharap bisa menghilangkan istilah ini, karena menurut mereka istilah ini berawal dari para psikolog yang tidak bisa menentukan harus dikategorikan ke mana anak yang mengalami kesulitan ini.

Asperger’s Syndrome, banyak sekali anak-anak mendapat diagnosa Asperger’s pada usia antara 5 dan 9, di mana sangat jauh dibanding usia kita mengenali autisma. Asperger’s menunjukkan ketidakmampuan/cacat yang parah dan tetap dalam hal interaksi sosial, perkembangan pada pola perilaku tertentu dan berulang-ulang, minat, dan aktivitas. Berlawanan dengan autisma, secara klinis tidak ada keterlambatan yang berarti pada bahasa, kognisi, kemampuan membantu diri sendiri, atau perilaku beradaptasi, selain dari pada masalah interaksi sosial mereka. Anak dengan sindrom Asperger’s bisa jadi tidak tanggap secara benar atau bahkan mengerti pernyataan kalimat yang berhubungan dengan “perasaan” dalam percakapan. Asperger’s mungkin secara klinis tidak menyebabkan keterlambatan yang berarti dalam menerima informasi baru, tapi tetap ada perbedaan dalam pembelajaran. Misalnya, anak Asperger’s bisa menjadi hiperleksik (hyperlexic), yaitu bisa mengindentifikasi kata-kata dan membaca pada usia yang sangat muda, dengan sedikit atau sama sekali tanpa mengerti arti kalimat yang dibaca. Sebagai tambahan, anak Asperger’s menunjukkan kemampuan memori/menghafal di atas rata-rata dan mempunyai kelebihan dalam vokabulari (banyaknya jenis kata) namun tidak bisa menggunakannya dalam kalimat secara benar.

Autistic disorder (autisma), adalah suatu ketidakmampuan perkembangan anak yang sangat mempengaruhi komunikasi verbal dan nonverbal dan interaksi sosial. Ketidakmampuan ini sangat jelas pada usia sebelum 3 tahun. Autisma berpengaruh buruk pada area pendidikan/pembelajaran. Anak yang terdiagnosa autis menunjukkan aktivitas mengulang-ulang dan pergerakan meniru (stereotype), menolak perubahan pada lingkungannya atau perubahan pada kebiasaan sehari-hari, dan mempunyai tanggapan yang tidak biasa pada sensori/indera. Autisma kemungkinan mempengaruhi anak laki-laki 3-5 kali dibanding perempuan dan tidak mengenal ras, suku, kelompok sosial.

Mengenai autisma juga lebih jelas di artikel Apa Itu Autisma?
Jika Anda menduga anak Anda mungkin menunjukkan beberapa dari gejala di atas atau sebelum berusia 3 tahun, Anda bisa menghubungi dokter. Dokter Anda bisa merujuk Anda kepada tim ahli tumbuh kembang (psikolog, terapis wicara, terapis okupasi, fisioterapis, spesial instruktor) yang bisa bekerja sama untuk mengenali jika anak Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala kelainan spektrum autis (ASD). Setelah diagnosa dari tim ahli tumbuh kembang, mereka bisa merencanakan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

No Comments

Leave a Comment