Penanganan Anak Autisme - KidCare Children Therapy Center
12791
post-template-default,single,single-post,postid-12791,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / Penanganan Anak Autis

Penanganan Anak Autis

Penanganan anak autis ini tidak seperti mengobati anak yang batuk atau pilek, yang sekali datang saja bisa sembuh. Namun, setiap anak autis memerlukan paket terapi khusus yang spesifik dari tim ahli.

Menangani anak autis harus dengan hati, punya minat, dan pengetahuan yang luas. Juga harus punya tim solid, yang sama pula cara berpikirnya. Kalau sekadar mendiagnosis, semua dokter dan psikolog bisa. Tapi, kalau sudah mengenai bagaimana cara penatalaksanaannya, tidak mungkin ditangani oleh satu orang, karena penatalaksanaannya itu harus ada dua tim.

Penanganan anak autisme tidak memerlukan obat. Mereka hanya membutuhkan terapi dan edukasi yang baik. Kalau anak autis makin cepat didiagnosis dan diterapi, makin baik hasilnya. Terapi medis diberikan apabila anak berperilaku maladaptif (tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan), seperti agresif, repetitif, hiperaktif, menyakiti diri sendiri, mengalami gangguan tidur, atau memiliki penyakit penyerta lainnya.

Bila dahulu terapi hanya dilakukan dari luar, sepertimisalnya terapi perilaku, terapi okupasi, terapi bicara maupun integrasi sensoris, sekarang banyak dilakukan pemeriksaan dan perbaikan metabolisme, sehingga fungsi otak akan membaik. Ternyata dengan terapi yang lebih komprehensif itu, di mana perbaikan dilakukan dari luar dan dari dalam tubuh, lebih banyak anak-anak autistik yang mengalami kemajuan yang jauh lebih cepat.Namun, banyak pula tawaran terapi dari mereka yang memanfaatkan kebutuhan terapi ini tanpa menguasai masalah sebenarnya yang dihadapi, yang memang sangat beragam, sehingga terapi yang diperlukan sangat tergantung dari masing-masing kebutuhan penderitanya.

Ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan seperti memberikan pendidikan khusus, occupational therapy (seperti terapi untuk penderita stroke), terapi bicara dan terapi bahasa, terapi fisik dengan melatih otot-otot mereka, applied behavioral analysis untuk membantu mengenal perilaku mana yang positif atau negatif, picture exchange communication system, yang merupakan metode belajar melalui gambar, mengekspresikan kata melalui gambar yang mudah ditangkap penderita autis.

No Comments

Leave a Comment