Si Kecil Minder? Cobalah 5 Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak! - KidCare Children Therapy Center
13652
post-template-default,single,single-post,postid-13652,single-format-standard,mkd-core-1.0,sparks-ver-1.1.2,mkd-smooth-scroll,mkd-smooth-page-transitions,mkd-ajax,mkd-grid-1300,mkd-blog-installed,mkd-header-standard,mkd-sticky-header-on-scroll-up,mkd-default-mobile-header,mkd-sticky-up-mobile-header,mkd-dropdown-default,mkd-header-style-on-scroll,mkd-full-width-wide-menu,mkd-header-standard-in-grid-shadow-disable,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Blog

KidCare Children Therapy Center / Umum  / Si Kecil Minder? Cobalah 5 Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak!

Si Kecil Minder? Cobalah 5 Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak!

Agar bisa menikmati masa kecilnya, anak-anak perlu pendampingan yang cerdas dari orangtuanya. Apalagi di saat anak mengalami kesedihan atau kegagalan. Orangtua yang bijak bisa menghibur si kecil dan membangkitkan semangatnya kembali.

Di lain sisi, anak-anak juga perlu memiliki rasa percaya diri yang kuat. Jika tidak, sulit bagi anak untuk bermain dan belajar dengan baik. Anak bisa mudah terserang rasa minder atau malas bergaul jika tidak punya rasa percaya diri. Kamu bisa menanamkan rasa percaya diri kepada buah hati melalui cara-cara ini.

1. Yakinkan si kecil kalau ia bisa
Proses belajar dimulai dari kecil. Meski dalam bentuk permainan pun, buah hati mengenal proses belajar itu. Misalnya, anak sedang bermain ular tangga, bermain dadu, atau sekadar bermain di taman. Kamu tentu akan mengajari cara bermainnya. Di situlah anak mengenal proses belajar.

Awal mula mempelajari sesuatu, meski dalam bentuk mempelajari cara bermain ular tangga atau dadu, anak mengalami kesulitan. Di saat mengalami kesulitan itulah kamu harus meyakinkan buah hati kalau ia bisa melakukannya. “Ayo, Nak, kamu bisa kok,” ungkapan itu akan membuat anak percaya diri dalam mengawali proses belajar.

2. Temani si kecil saat belajar
Jika anak sudah menginjak bangku sekolah, kamu perlu menemaninya dalam belajar. Apalagi ketika anak baru memulai mempelajari suatu hal, misalnya baru mulai belajar menulis atau berhitung. Langkah awal pasti sulit untuk si kecil. Nah, ajari anak untuk menguasai pelajarannya tersebut dan yakinkan bahwa ia bisa melakukannya. Temani si kecil pada awal-awal proses belajarnya.

Sebagai teman yang baik untuk anak, kamu dapat memberikan cara yang mudah untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Kamu juga bisa memberi nasihat agar si kecil belajar dengan rajin. Banyak hal lain bisa kamu komunikasikan dengan anak saat kamu menemaninya belajar. Di situlah kamu bisa menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak kecil, sejak ia masih dalam tahap pertama kali belajar.

3. Nasihati anak untuk tidak menyontek di kelas
Jika anak sudah mulai belajar di tingkat sekolah dasar (SD), nasihatilah untuk tidak menyontek. Jika ini bisa kamu tanamkan sejak anak duduk di kelas 1 SD, si kecil akan terbiasa mandiri dalam mengerjakan soal ujian. Sisi positifnya, rasa percaya diri anak meningkat karena ia sudah terbiasa mengalami kesulitan mengerjakan soal kemudian memecahkan kesulitannya sendiri.

Dalam proses mengajari anak tidak menyontek ini, jangan memarahinya jika buah hati gagal mendapatkan nilai yang memuaskan. Ada saat-saat si kecil tidak menguasai pelajaran dan ia mendapatkan nilai yang tidak memuaskan saat ulangan atau ujian. Nah, jangan marahi si kecil, tapi berikan semangat untuk belajar lebih rajin lagi. Dengan demikian, anak akan bisa memperbaiki diri dan meraih nilai yang memuaskan di ujian berikutnya. Terbiasa tidak menyontek di kelas, selain bisa meningkatkan rasa percaya diri, juga dapat membuat si kecil mengenal kejujuran sejak kecil.

4. Berikan kasih sayang dan perhatian yang cukup
Ini juga sangat penting. Jangan hanya menemani anak dalam belajar atau bermain, kemudian kamu sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas lain. Kamu tetap harus memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada anak, di luar aktivitas bermain dan belajar. Sesekali kamu bisa mengajak anak ke wahana bermain atau jalan-jalan ke mal atau ke tempat wisata. Anak akan merasa senang dengan aktivitas ini dan merasakan kedekatan dengan orangtuanya.

Ketika anak merasakan kedekatan dengan orangtua, hatinya merasa nyaman. Hidupnya pun bahagia karena mendapatkan orangtua yang memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup. Kasih sayang dan perhatian kamu yang bisa menyentuh hati anak itulah yang bisa meningkatkan rasa percaya dirinya. Ini berbeda jika kamu tidak peduli kepada anak. Si kecil pasti mengalami kesepian dan kesedihan, membuatnya murung, dan jarang senyum. Situasi ini buruk untuk perkembangan mental dan karakter anak, yang membuatnya kehilangan rasa percaya diri.

5. Jadilah penghibur dan penguat hati anak
Hal ini juga perlu ditegaskan kembali, kamu harus menjadi penghibur dan penguat hati anak. Apalagi di saat anak mengalami kesedihan atau bahkan ancaman. Tidak jarang dunia pergaulan anak diwarnai dengan kekerasan karena kenakalan teman-temannya. Anak terlibat perkelahian saat ia harus membela diri.

Jika anak dalam situasi sulit karena pengaruh buruk teman-temannya, segeralah hibur hatinya. Kuatkan hati si kecil agar tidak terlalu lama larut dalam kesedihan yang membuatnya murung dan malas mengerjakan PR atau belajar di sekolah. Hiburan dan penguatan itulah yang bisa menjaga rasa percaya diri anak. Bahkan, kamu bisa meningkatkan rasa percaya diri si kecil dengan motivasi-motivasi dan penguatan yang kamu berikan. Jangan biarkan anak menjalani kesulitan seorang diri. Jadilah penghiburnya, jadilah penguatnya!

Jika anak sejak kecil sudah mempunyai rasa percaya diri yang tinggi maka ketika dewasa ia akan mudah bergaul dengan banyak orang, mudah mempelajari hal-hal baru, dan mudah pula meraih impian-impian terindahnya selama hidup.

No Comments

Leave a Comment